Langsung ke konten utama

Perundungan

Shella Farhatunnisa


Pada suatu hari di SD GEMILANG sedang dilangsungkan penerimaan siswa baru, terdapat anak bernama Clarissa Tamara yang di antar oleh ibunya ke depan kelas 1C karena waktu sudah menunjukkan pukul 06.50.

Saat di dalam kelas Clarissa tidak memiliki teman sebangku karena ia malu untuk mengajak orang lain untuk duduk dengan nya. Keesokan harinya ia pergi ke sekolah tanpa di antar oleh ibunya ke dalam kelas. Ia diam didalam kelas dan tidak mau bergaul dengan siapapun karena rasa malu yang ada di dalam dirinya. Bel sekolah berbunyi menandakan kelas akan di mulai. Clarissa mengeluarkan alat tulis dan buku dari dalam tas nya. Tiba-tiba ada seorang anak perempuan yang membuka buku Clarissa dan mengambil pensil Clarissa kemudian anak perempuan tersebut mulai mencorat-coret buku milik Clarissa menggunakan pensil sampai buku itu penuh dengan coretan abstrak dan tidak ada tempat untuk di pakai. 


Clarissa sangat sedih, namun ia hanya diam melihat kejadian itu. Berminggu-minggu ia lewati dengan beberapa kali kejadian mencorat-coret buku itu terjadi. Di minggu berikutnya, Clarissa membeli buku dan pensil baru yang sangat lucu berwarna merah muda dan bergambar Hello Kitty kartun yang dulu sangat digemari oleh anak perempuan. Saat sampai di kelas dan kelas dimulai ia mengeluarkan pensil nya dari dalam tas. Tiba-tiba anak perempuan yang sering mencorat-coret buku nya mendatangi meja Clarissa dan berkata "ih lucu banget pensilnya, aku ambil ya hahahhahah" ucap ia dengan kejinya. Anak perempuan itu bernama Liany ia sering sekali menganggu Clarissa sampai-sampai jika Clarissa memiliki barang baru, ia pasti merebut barang itu mulai dari pensil, tempat pensil, serutan, penghapus, sampai botol minum (haduh emang ga modal si Liany ini, gatau emang miskin kali yaa haha).

Kelas 1 berhasil dilewati Clarissa dengan berbagai macam ujian di hari hari nya. 


Hari ini adalah kenaikan kelas. Clarissa masuk di hari pertama menginjak kelas 2 SD ia masuk ke kelas dan berharap kejadian di kelas 1 tidak terulang lagi. Betul memang selama kelas 2 SD ini Clarissa tidak mendapatkan gangguan dari Liany karena Liany juga di jauhi oleh teman-temannya karena ulahnya yang banyak membuat orang kesal. Namun ada pengganggu lain yang datang anak perempuan berbadan besar bernama Malia ia selalu mengganggu Clarissa. Jika ada catatan di mapel IPS, IPA, maupun sejarah pasti tugas itu selalu di serahkan kepada Clarissa. Bahkan saat mata pelajaran matematika juga harus di kerjakan oleh Clarissa. 


Pekerjaan rumah dia juga harus di kerjakan oleh Clarissa (kasian ya Clarissa harus nampung beban si Malia maklum kayanya tangan nya bermasalah sampe gabisa nulis wkwkwkw). Yang lebih parahnya lagi temen-temen Malia yang berjumblah 3 orang mendatangi meja Clarissa dan menyuruh Clarissa untuk mengerjakan tugas mereka. 

Hari pengumuman nilai tertinggi kelas 2 SD GEMILANG pun tiba pengumuman itu membuat Clarissa sedih karena namanya tidak disebut dalam 10 besar, namun orang yang selalu menyuruhnya mengerjakan tugas justru mendapat kan ranking di kelas (eemm ga adil yang ga kerja dapet ranking). 


Beberapa tahun sudah di lewati Clarissa drama-drama kecil sudah dilewati Clarissa di Sekolah Dasar ini. Hari ini adalah kelulusan Clarissa dari SD GEMILANG ia sudah mulai berubah ia jadi seseorang yang selalu ikut berbaur dengan teman kelas lainnya, dan Clarissa juga sudah memaafkan perlakuan temannya yang sudah bertingkah seenaknya kepada Clarissa. 


Pada 2018 Clarissa mulai masuk Sekolah Menengah Pertama ia bertekad untuk merubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. Harus bisa berbaur dengan teman kelas nya bahkan ia juga mengikuti organisasi OSIS dan ekstrakulikuler PMR seiring berjalannya waktu Clarissa berhasil menjadi orang yang percaya diri, bahkan ia di angkat menjadi ketua MPK dan ketua PMR dalam waktu yang bersamaan. Selain itu ia juga dinobatkan sebagai siswi terfavorit di angkatannya dan prestasi yang lainnya adalah ia berhasil menjuarai kejuaraan vocal group tingkat Kabupaten dengan meraih juara 3 dan juga berhasil meraih peringkat 1 berturut turut di sekolah nya.

Dari Clarissa kita belajar untuk memaafkan perbuatan orang yang seenaknya terhadap kita, kemudian jangan takut untuk mencoba hal baru, teruslah belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE IMPACT OF BOTTLE RECYCLING

  By Rizka, Sulis, Dela, Robi, Salman, Haikal Waste is the remaining product or item that is no longer used. There are 3 ways or methods to manage waste namely reducing, reusing and recycling plastic here will discuss about recycling the plastic bottle waste, recycling plastic bottle is very beneficial and has many positive impacts. Although some students actively participate in this practice, there are still many students who  cannot or refuse to recycle plastic bottles. The following is the impacts of recycling of bottle waste for our life From our interviews and research, several positive and negative impacts of recycling plastic bottle waste have been identified, such as air pollution, where certain methods of recycling plastic bottles can harm air quality. Recycling bottle waste can impact the quality of the product itself. Poor and inadequate management during production stages can result in low-quality products. Recycling plastic bottle waste also leads to an increase i...

Story at School

 Rika Dimas Fitria  XII.i B.Indonesia Story at School Kelas X  Pada suatu hari,,saya telah lulus MTs sampai orang tua meneruskan saya ke Sekolah SMAN 1 Cikalongwetan ini,lalu saya daftar ke SMAN 1 Cikalongwetan bersama kakak dari pagi sampai jelang malam,sampai menunggu pengumuman diterima atau tidaknya,sampailah Alhamdulillah saya diterima disekolah ini.Lalu salah satu teman sosmed menghubungi saya bahwa kita sekelas,dia bernama Shifa Sulastri.karena sekolah ini pada era covid kita sekolah dibagi sesi pertama dan kedua lalu saya sesi dua sampai bertemu pada pertemuan sekolah saya bertemu dengan Shifa langsung,tidak hanya Shifa bahwa saya juga sekelas dengan temen SD saya yaitu Siti Sopiah,sampai pada hari-hari berikutnya saya berkenalan dengan teman yang lainnya seperti N.Sani,Suci dan yang lainnya.Lalu wali kelas X kita adalah ibu Amila sholihah lalu saya mengerjakan tugas sebagian BDR dan diadakannya projek Pertama yang berjudul KTI (karya tulis Imiyah) dan disatukan k...

CERITA YANG TIDAK AKAN BERAKHIR

Saskia Agustin Masa corona akhirnya berakhir, semua yang berada di rumah akhirnya kembali menjalani kehidupan seperti semula walaupun masih identik dengan pemakaian masker yang wajib dipakai apabila akan keluar rumah. Seperti halnya denganku, saskia. Mulai kembali menjadi siswi yang berangkat pagi untuk ke sekolah, yang juga seperti itu. Pembelajaran di sekolah masih belum efektif ternyata, jadi para guru memberikan alternatif agar bisa melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah dengan menerapkan sistem yang dikelas para murid dibagi 2 atau dengan sebutan sesi a dan b.  Belum begitu banyak mengenal siapa saja yang ada di kelas hanya satu, siti. Unik memang ketika Aku menyangka kalau Siti itu orangnya memiliki badan yang tinggi hahah. Alurnya singkat sampai tanpa tidak sadar kalau kita sudah begitu dekat tapi bukan hanya siti ada satu orang lagi yang sampai sekarang dekat denganku dia Rahma, orang ketika mendengar namanya pasti akan langsung bilang " anu pinter tea", asli mema...