Langsung ke konten utama

PENSIL BERGOYANG


PENSIL BERGOYANG



halo namaku Pitriya, aku lahir di kota kembang Bandung pada 24 September 2006, aku adalah remaja berjiwa seni yang menggeluti dunia desain dengan penuh semangat. Aku bersekolah di SMAN 1 Cikalongwetan, dan aku lebih sering terlihat menggambar daripada bermain tidak penting.Sejak duduk di kelas 7 SMP hingga sekarang di kelas 12 SMA, aku telah menjadi orang yang selalu ingin dipuji oleh guru karena memiliki bakat tertentu di bidang menggambar dan menulis cerita imajinasi.

Hobiku yang paling mencolok adalah menggambar. Rumor di sekolahku menyebutkan bahwa aku bisa menggambar wajah guru walaupun tidak terlalu mirip , membuatku seakan sangat dihormati di antara teman-temanku.

Cita-citaku yang paling besar adalah menjadi seorang desainer terkenal, dan aku ingin dengan bakat yang luar biasa ini ,suatu hari nanti semua orang akan melihat karya ku di catwalk mode atau dalam desain interior yang mewah.

Suatu hari saat aku tengah menggambar ada salah satu temanku menyenggol pensil yang sedang ku gunakan untuk menggambar dan ya kau pasti tau aku pasti memarahinya. Dan disinilah awal mula aku mulai menghentikan kegiatan menggambar di kelas.

Setelah aku memarahinya, teman- temanku mulai membicarakan ku, kerap sekali orang- orang membicarakan mengenai sikap yang telah kuperbuat kepada temanku saat itu.

Jujur aku merasa kesal tapi aku berusaha untuk tetap bersikap biasa saja dan melewati siapapun dengan senyuman tipis di bibirku. Namun bukannya berhenti membicarakan ku semua orang malah semakin mencaci dan menghina diriku, aku tau aku memiliki fisik yang gendut dan juga kulit yang hitam tapi aku juga tidak pernah menyangka bahwa ternyata fisik akan menjadi suatu masalah lain yang bergejolak.hari itu, aku masuk kelas dengan keadaan yang kurang baik, saat itu aku juga tidak memiliki keinginan untuk menggambar seperti biasanya. sampai hari-hari berikutnya aku selalu memikirkan apa yang telah terjadi. Kepalaku benar- benar muak karena selalu teringat dengan kejadian hari itu. Sampai suatu malam aku terbangun dari tidurku, dan melihat sekeliling ku, huhhhf...aku menangis sejadi-jadinya sambil berdo'a kepada Tuhan ku mengadukan segala sesuatu yang telah terjadi pada diriku. Ya aku menangis, menangis meratapi apa yang telah terjadi.


Tepat pukul 01.00 malam

Saat aku tengah menangis ibuku membuka pintu kamarku, aku terkejut dan langsung memeluk ibu ku, ibuku sempat bertanya kenapa aku menangis , namun aku memilih diam dan meminta ibuku untuk kembali kemarnya.Keesokan paginya, aku berangkat kesekolah seperti biasa, dan saat itu juga aku melihat teman- teman ku mengobrol. Aku menghampiri mereka dan mengatakan bahwa aku ingin meminta maaf atas apa yang telah ku lakukan selama ini aku tidak tau tapi entah mengapa aku selalu merasa diagungkan padahal hanya sebatas ide kekaguman.


Setelah aku meminta maaf, kau tau reaksi mereka?, waw benar-benar di luar dugaan mereka menyambutku dengan hangat tanpa memikirkan masalah apa saja yang sudah terjadi.mereka memaafkan ku dan mulai merangkulku memberikan sedikit motivasi agar aku tidak mengulangi kesalahan.


Dari sana aku dapat menyimpulkan bahwa tidak segalanya harus dihadapi dengan suatu tindakan yang keras apalagi sampai membuat hati orang tersakiti, karena ketika kita menyakiti hati orang lain maka kita sendiri yang akan kena imbasnya.Dan mengenai rasa insecure karena bentuk tubuhku ya aku masih memikirkannya sampai sekarang tapi aku selalu berupaya untuk memotivasi diri sendiri dengan mengingatkan bahwa desainer sejati tidak terbatas oleh ukuran tubuh, dan mungkin desainer terbaik kelak adalah desainer yang dapat membuktikan bahwa siapapun dan dengan bentuk tubuh apapun bukanlah suatu tolak ukur untuk selalu terlihat bagus.


Dalam dunia yang penuh warna dan goyangan pensil, aku masih terus ingin mengejar mimpiku dengan senyum dan ya sedikit goyangan pinggul yang unik. Hahah sedikit lucu tapi itu yang sering aku lakukan ketika aku benar benar bosan.Cita-citaku sebagai seorang desainer kini adalah mencerminkan keinginanku untuk menyulap dunia dengan kreativitasku. Meskipun insecure pada badan yang mungkin orang lain pandang gendut, tapi aku hanya melihat kecantikan dalam setiap goyangan pensilnya yang penuh gaya. Karena goyangan pensil jauh lebih asik daripada tidak melakukan apapun.

Demikianlah kisah Pitriya, sang seniman berjiwa bebas di tengah-tengah koridor SMAN 1 Cikalongwetan. Lahir untuk menghiasi dunia dengan goyangan pensilnya yang unik dan senyum yang tak pernah pudar.

Sebagai penutup, mari kita sambut masa depan yang berwarna, diwarnai oleh setiap detil kreativitas dari tangan dan hati Pitriya yang tak pernah berhenti berkarya.
 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE IMPACT OF BOTTLE RECYCLING

  By Rizka, Sulis, Dela, Robi, Salman, Haikal Waste is the remaining product or item that is no longer used. There are 3 ways or methods to manage waste namely reducing, reusing and recycling plastic here will discuss about recycling the plastic bottle waste, recycling plastic bottle is very beneficial and has many positive impacts. Although some students actively participate in this practice, there are still many students who  cannot or refuse to recycle plastic bottles. The following is the impacts of recycling of bottle waste for our life From our interviews and research, several positive and negative impacts of recycling plastic bottle waste have been identified, such as air pollution, where certain methods of recycling plastic bottles can harm air quality. Recycling bottle waste can impact the quality of the product itself. Poor and inadequate management during production stages can result in low-quality products. Recycling plastic bottle waste also leads to an increase i...

Story at School

 Rika Dimas Fitria  XII.i B.Indonesia Story at School Kelas X  Pada suatu hari,,saya telah lulus MTs sampai orang tua meneruskan saya ke Sekolah SMAN 1 Cikalongwetan ini,lalu saya daftar ke SMAN 1 Cikalongwetan bersama kakak dari pagi sampai jelang malam,sampai menunggu pengumuman diterima atau tidaknya,sampailah Alhamdulillah saya diterima disekolah ini.Lalu salah satu teman sosmed menghubungi saya bahwa kita sekelas,dia bernama Shifa Sulastri.karena sekolah ini pada era covid kita sekolah dibagi sesi pertama dan kedua lalu saya sesi dua sampai bertemu pada pertemuan sekolah saya bertemu dengan Shifa langsung,tidak hanya Shifa bahwa saya juga sekelas dengan temen SD saya yaitu Siti Sopiah,sampai pada hari-hari berikutnya saya berkenalan dengan teman yang lainnya seperti N.Sani,Suci dan yang lainnya.Lalu wali kelas X kita adalah ibu Amila sholihah lalu saya mengerjakan tugas sebagian BDR dan diadakannya projek Pertama yang berjudul KTI (karya tulis Imiyah) dan disatukan k...

CERITA YANG TIDAK AKAN BERAKHIR

Saskia Agustin Masa corona akhirnya berakhir, semua yang berada di rumah akhirnya kembali menjalani kehidupan seperti semula walaupun masih identik dengan pemakaian masker yang wajib dipakai apabila akan keluar rumah. Seperti halnya denganku, saskia. Mulai kembali menjadi siswi yang berangkat pagi untuk ke sekolah, yang juga seperti itu. Pembelajaran di sekolah masih belum efektif ternyata, jadi para guru memberikan alternatif agar bisa melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah dengan menerapkan sistem yang dikelas para murid dibagi 2 atau dengan sebutan sesi a dan b.  Belum begitu banyak mengenal siapa saja yang ada di kelas hanya satu, siti. Unik memang ketika Aku menyangka kalau Siti itu orangnya memiliki badan yang tinggi hahah. Alurnya singkat sampai tanpa tidak sadar kalau kita sudah begitu dekat tapi bukan hanya siti ada satu orang lagi yang sampai sekarang dekat denganku dia Rahma, orang ketika mendengar namanya pasti akan langsung bilang " anu pinter tea", asli mema...