Langsung ke konten utama

MASA-MASA SMA : Yenti Nurpadilah

 

MASA-MASA SMA

Hari ini menjadi penanda berakhirnya sebuah perjalanan panjang yang penuh cerita. Sekolah bukan hanya tempat belajar matematika, bahasa, atau ilmu pengetahuan lainnya, tetapi juga tempat kami belajar tentang arti persahabatan, kerja sama, kesabaran, kegagalan, dan keberanian untuk terus mencoba.

Terima kasih kepada semua guru yang telah membimbing kami dengan penuh kesabaran, bahkan ketika kami sulit diatur dan sering membuat kesalahan. Setiap nasihat, teguran, dan ilmu yang diberikan tidak akan pernah kami lupakan. Terima kasih juga kepada staf sekolah yang telah membantu dalam kelancaran setiap aktivitas kami selama ini.

Untuk teman-teman seperjuangan, terima kasih atas tawa, tangis, candaan, dan momenmomen sederhana yang ternyata sangat berarti. Kita mungkin akan berjalan di jalan yang berbeda setelah ini, namun kenangan di sekolah ini akan tetap hidup dalam ingatan kita selamanya.

Perpisahan ini memang terasa berat, tetapi kami sadar bahwa setiap pertemuan pasti memiliki akhir. Ini bukanlah akhir dari cerita, melainkan awal dari perjalanan baru untuk menggapai mimpi masing-masing. Semoga langkah kita selalu diberi kemudahan dan kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.Terima kasih sekolah tercinta, tempat kami bertumbuh dan belajar menjadi diri sendiri.

Pagi itu, lapangan sekolah berubah menjadi tempat berkumpul yang penuh tawa. Setelah sekian lama belajar, menghadapi tugas, ulangan, dan berbagai kesibukan kelas, akhirnya mereka berkumpul hanya untuk satu hal: mengabadikan kebersamaan.

Dengan seragam putih abu-abu yang sudah menemani hari-hari panjang di sekolah, mereka berdiri dan jongkok bersama, membentuk barisan sederhana tapi penuh makna. Ada yang berpose serius, ada yang tertawa lepas, ada pula yang sekadar tersenyum malu. Di balik itu semua, tersimpan ratusan kenangan tentang pagi yang terburu-buru, tugas yang menumpuk, candaan di kelas, dan cerita-cerita kecil yang mungkin tak akan terulang lagi.

Langit sore yang cerah seakan menjadi saksi momen itu—momen di mana mereka bukan hanya sekadar teman sekelas, tapi sudah seperti keluarga. Foto itu bukan hanya sekadar gambar, melainkan pengingat bahwa pernah ada hari-hari di mana mereka saling menguatkan, tertawa bersama, dan berbagi mimpi di tempat sederhana bernama sekolah.Dan meskipun suatu saat langkah mereka akan berjalan ke arah yang berbeda, kenangan hari itu akan selalu tertinggal di sudut hati mereka.

Di depan gedung sekolah bertuliskan S1 CIKAL, mereka berdiri berbaris rapi dengan senyum yang penuh makna. Hari itu bukan sekadar hari biasa, melainkan momen istimewa untuk memperingati Hari Guru. Para siswa mengenakan seragam batik sekolah, sementara seorang guru berdiri di tengah mereka, memegang kenang-kenangan sederhana yang penuh arti.

Bukan seberapa mewah hadiah itu, tetapi rasa terima kasih yang terbungkus di dalamnya. Di balik senyuman dan pose-pose kecil mereka, tersimpan rasa hormat yang tak bisa diukur dengan kata-kata. Guru yang selama ini mendidik, menegur, membimbing, dan menguatkan mereka, hari itu menjadi sosok yang dirayakan dengan tulus.

Langit yang sedikit mendung seolah menambah suasana haru. Di tangga sekolah itu, mereka tak hanya berfoto, tetapi juga sedang mengabadikan sebuah momen: momen ketika muridmurid mengucapkan terima kasih kepada pahlawan tanpa tanda jasa.

Hari Guru bukan hanya tentang upacara atau seremonial, tapi tentang mengingat bahwa di balik setiap mimpi yang mereka kejar, selalu ada sosok guru yang pernah percaya pada mereka terlebih dahulu.

Lapangan sekolah sore itu dipenuhi lautan seragam abu-abu. Di bawah langit yang mendung, ratusan siswa berkumpul membentuk lingkaran besar. Teriakan sorak menggema bersamaan dengan kepulan asap warna-warni yang perlahan mengisi udara. Bukan tanda marah, bukan pula kericuhan—melainkan luapan semangat, kebersamaan, dan perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Bendera berkibar, tangan terangkat ke atas, beberapa siswa saling merangkul bahu, seolah tak ingin melepaskan momen itu begitu saja. Itu adalah momen saat semua rasa capek belajar, tugas menumpuk, dan hari-hari penuh ujian seakan luruh dalam satu sorakan bersama.

Di tengah asap dan gemuruh itu, tersimpan rasa haru: kebersamaan yang mungkin jarang terulang lagi. Sebuah momen perayaan, pelepasan, atau mungkin momen terakhir sebelum mereka melangkah ke cerita hidup yang berbeda.

Dan saat asap perlahan menghilang, yang tersisa hanyalah satu hal: kenangan yang akan selalu hidup dalam ingatan mereka.

Di dalam sebuah ruang kelas yang hangat dan penuh tawa, para siswa duduk rapi sambil memegang alat musik kecil bernama melodika. Hari itu bukan hari belajar biasa. Mereka sedang mengikuti praktik seni musik bersama guru, belajar memainkan nada demi nada dengan penuh semangat.

Beberapa siswa tersenyum sambil mencoba meniup melodika mereka, ada yang masih belajar mencari nada yang tepat, ada juga yang sudah percaya diri mengiringi dengan gitar. Di depan kelas, guru dengan sabar memandu jalannya latihan, memberikan arahan, sesekali ikut tersenyum melihat antusiasme murid-muridnya.

Suasana kelas terasa hidup. Bukan hanya karena bunyi nada yang saling bersahutan, tapi juga karena rasa kebersamaan yang terbangun dari proses belajar bersama. Tidak ada yang merasa paling pintar, tidak ada yang tertinggal. Semua belajar dalam irama yang sama.

Kegiatan itu bukan hanya tentang musik, tetapi tentang kerja sama, keberanian untuk mencoba, dan keberanian untuk tampil tanpa takut salah. Sebuah momen sederhana, tapi penuh kenangan di dalam perjalanan sekolah mereka.

Kegiatan yang terlihat dalam foto ini adalah sebuah acara kolaborasi seni yang diadakan oleh D'Animus, sebuah komunitas atau organisasi yang fokus pada pengembangan seni dan budaya. Acara ini berlangsung di sebuah tempat terbuka yang tampaknya merupakan lapangan olahraga, dengan panggung yang didirikan di latar belakang dan suasana yang penuh semangat dan kebersamaan.

Acara ini diadakan pada tanggal 26-27 Mei 2005, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November. Hal ini menunjukkan bahwa acara ini tidak hanya sekadar kegiatan seni biasa, tetapi juga memiliki makna simbolis dan nasional, sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa pahlawan dan semangat patriotisme.

Peserta yang hadir dalam acara ini terdiri dari berbagai kalangan, termasuk siswa-siswi dan guru dari sekolah sekitar. Mereka tampil dengan pakaian tradisional Indonesia, yang menunjukkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda. Pakaian yang dikenakan beragam motif dan warna, mencerminkan kekayaan budaya Indonesia yang beragam dan penuh warna.

Dalam foto ini, terlihat bahwa peserta berpose dengan penuh semangat dan kebanggaan, sebagian dari mereka melakukan gestur tangan yang menunjukkan simbol tertentu, mungkin sebagai bagian dari penampilan atau pertunjukan yang mereka tampilkan. Ada juga beberapa peserta yang sedang duduk di bagian depan, menunjukkan rasa percaya diri dan antusiasme terhadap acara tersebut.

Di sisi kiri dan kanan, terdapat dua orang dewasa yang tampak sebagai pengawas atau panitia acara. Mereka mengenakan pakaian seragam yang menunjukkan peran mereka sebagai fasilitator atau pengarah kegiatan. Mereka berdiri dengan sikap yang sopan dan penuh perhatian, mengawasi jalannya acara dan memastikan semuanya berjalan lancar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE IMPACT OF BOTTLE RECYCLING

  By Rizka, Sulis, Dela, Robi, Salman, Haikal Waste is the remaining product or item that is no longer used. There are 3 ways or methods to manage waste namely reducing, reusing and recycling plastic here will discuss about recycling the plastic bottle waste, recycling plastic bottle is very beneficial and has many positive impacts. Although some students actively participate in this practice, there are still many students who  cannot or refuse to recycle plastic bottles. The following is the impacts of recycling of bottle waste for our life From our interviews and research, several positive and negative impacts of recycling plastic bottle waste have been identified, such as air pollution, where certain methods of recycling plastic bottles can harm air quality. Recycling bottle waste can impact the quality of the product itself. Poor and inadequate management during production stages can result in low-quality products. Recycling plastic bottle waste also leads to an increase i...

Story at School

 Rika Dimas Fitria  XII.i B.Indonesia Story at School Kelas X  Pada suatu hari,,saya telah lulus MTs sampai orang tua meneruskan saya ke Sekolah SMAN 1 Cikalongwetan ini,lalu saya daftar ke SMAN 1 Cikalongwetan bersama kakak dari pagi sampai jelang malam,sampai menunggu pengumuman diterima atau tidaknya,sampailah Alhamdulillah saya diterima disekolah ini.Lalu salah satu teman sosmed menghubungi saya bahwa kita sekelas,dia bernama Shifa Sulastri.karena sekolah ini pada era covid kita sekolah dibagi sesi pertama dan kedua lalu saya sesi dua sampai bertemu pada pertemuan sekolah saya bertemu dengan Shifa langsung,tidak hanya Shifa bahwa saya juga sekelas dengan temen SD saya yaitu Siti Sopiah,sampai pada hari-hari berikutnya saya berkenalan dengan teman yang lainnya seperti N.Sani,Suci dan yang lainnya.Lalu wali kelas X kita adalah ibu Amila sholihah lalu saya mengerjakan tugas sebagian BDR dan diadakannya projek Pertama yang berjudul KTI (karya tulis Imiyah) dan disatukan k...

CERITA YANG TIDAK AKAN BERAKHIR

Saskia Agustin Masa corona akhirnya berakhir, semua yang berada di rumah akhirnya kembali menjalani kehidupan seperti semula walaupun masih identik dengan pemakaian masker yang wajib dipakai apabila akan keluar rumah. Seperti halnya denganku, saskia. Mulai kembali menjadi siswi yang berangkat pagi untuk ke sekolah, yang juga seperti itu. Pembelajaran di sekolah masih belum efektif ternyata, jadi para guru memberikan alternatif agar bisa melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah dengan menerapkan sistem yang dikelas para murid dibagi 2 atau dengan sebutan sesi a dan b.  Belum begitu banyak mengenal siapa saja yang ada di kelas hanya satu, siti. Unik memang ketika Aku menyangka kalau Siti itu orangnya memiliki badan yang tinggi hahah. Alurnya singkat sampai tanpa tidak sadar kalau kita sudah begitu dekat tapi bukan hanya siti ada satu orang lagi yang sampai sekarang dekat denganku dia Rahma, orang ketika mendengar namanya pasti akan langsung bilang " anu pinter tea", asli mema...