MASA YANG YANG TIDAK AKAN TERLUPAKAN
Tidak terasa tiga tahun telah berlalu dan masa sekolah saya di SMA Negeri 1 Cikalongwetan akan segera berakhir. Waktu yang terus berjalan telah membawa saya melewati perjalanan yang penuh pelajaran, kenangan, dan pengalaman berharga. Ada suka, ada duka, ada perjuangan, dan ada pula pencapaian. Semuanya menyatu menjadi kisah yang tidak akan pernah pudar.
Perkenalkan nama saya Azka Mahira Shidqi dari kelas XII-G. Pada hari pertama memasuki SMA Negeri 1 Cikalongwetan, saya tidak tahu apa yang harus dilakukan. Namun perlahan, hari-hari mulai berubah. Seiring berjalannya waktu, saya mulai mengenal teman-teman yang kemudian menjadi bagian penting dalam hidup saya. Dalam perjalanan yang tampak panjang namun terasa cepat, saya tumbuh, belajar, dan berubah sedikit demi sedikit.
Selama tiga tahun ini, saya sering dihadapkan pada berbagai situasi yang berat. Meskipun demikian, saya berhasil melewatinya sendirian. Pernah terlintas di pikiran untuk menyerah, tetapi saya kembali teringat motivasi yang mampu membangkitkan semangat untuk terus maju. Dari setiap tantangan, saya menyadari bahwa tidak ada proses yang instan. Setiap usaha sekecil apa pun pasti akan membuahkan hasil. Saya percaya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.
Teman-teman sekelas saya di kelas XII-G dan teman-teman saya di organisasi Pramuka menjadi bagian penting yang turut membentuk diri saya. Bersama mereka, saya merasakan banyak hal yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Dari kelas, saya belajar bekerja sama, dan menemukan teman dekat yang awalnya hanya sebatas rekan bermain game hingga menjadi teman yang selalu ada. Kami sering berkumpul, bermain game bersama, bahkan menginap. Kami juga pernah mengikuti turnamen Mobile Legends yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Meskipun hanya meraih juara empat, pengalaman itu sangat berharga bagi kami.
Sementara itu, dari Pramuka saya banyak belajar tentang kepemimpinan, tanggung jawab, dan keberanian dalam mengambil keputusan. Pramuka memberi saya ruang untuk berkembang, melatih keterampilan, dan memahami arti menghargai proses. Kedua lingkungan itu menjadi rumah yang membantu saya untuk tumbuh hingga menjadi diri saya saat ini.
Guru-guru pun memiliki peran besar dalam perjalanan ini. Tanpa mereka, saya tidak akan bisa menjadi apa-apa. Dengan kesabaran dan ketulusan yang tidak pernah habis, guru-guru membimbing saya memahami pelajaran, mengenal diri sendiri, dan belajar arti tanggung jawab. Setiap nasihat yang diberikan bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan yang akan saya jalani.
Ketika saya melihat kembali perjalanan ini, saya sadar bahwa tiga tahun ini bukan hanya tentang hadir di sekolah, tetapi tentang membangun diri dan menemukan makna dalam setiap pengalaman. Semua kenangan, pelajaran, serta momen kebersamaan menyatu menjadi bagian penting dalam hidup saya. Namun perjalanan ini belum usai. Ini hanyalah permulaan untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang sebenarnya.
Komentar
Posting Komentar