Halo, nama aku Dila Dwi Andini. Aku masuk ke SMA Negeri 1 Cikalong Wetan tahun 2023. Jujur, aku sama sekali nggak nyangka bisa keterima di sekolah ini, apalagi lewat jalur prestasi dari kejuaraan Perisai Diri. Waktu awal masuk, aku ditempatkan untuk MPLS di ruang 11, yaitu kelas K. Pas hari pertama, aku bener-bener masih malu-malu karena aku dari SMPN 2 Cipatat, dan di kelas itu aku satu-satunya yang dari sekolah tersebut. Jadi mau nggak mau aku harus mulai berkenalan sama teman-teman baru.Orang pertama yang aku kenal waktu itu adalah Sherly. Setelah MPLS selesai, kelasnya dipisah lagi, dan aku dipindah dari kelas K ke kelas H. Kebetulan banget, di kelas baru itu ada dua teman yang sama-sama satu ruangan saat MPLS, yaitu Seila dan Lulu, jadi aku nggak merasa sendirian banget.
Nah, ini waktu ada acara 17 Agustusan saat aku masih kelas 10. Waktu itu, kelas kami memilih tema berpakaian seperti orang zaman dulu. Kami semua memakai baju berwarna hitam sesuai tema. Acaranya seru banget dan jadi salah satu momen yang paling aku ingat.Setelah acara 17 Agustusan selesai, seperti biasa ada berbagai lomba. Waktu itu aku ikut lomba egrang putri, dan seru banget! Aku mengikuti empat babak, dan akhirnya berhasil mendapat juara 3. Tapi buat aku, yang penting bukan hadiahnya, melainkan bagaimana kami semua ikut memeriahkan acara tersebut.
Waktu kelas 10, ada kegiatan kampanye demokrasi. Kelas kami termasuk dalam kampanye “Pemuda Emas”. Saat itu, kami menampilkan berbagai tarian daerah sebagai bentuk adat dan budaya untuk menarik perhatian agar orang memilih kampanye dari kelas kami. Pada kesempatan itu, aku juga ikut menampilkan tarian bersama teman-teman.
“Waktu masuk kelas 11, rasanya nggak kerasa kalau kita semua sudah semakin kenal dan makin akrab satu sama lain. Kelas kita juga jadi jauh lebih kompak. Sekarang sudah nggak ada rasa canggung lagi karena kita sudah benar-benar dekat. Aku bahkan sudah punya teman yang paling dekat sama aku—yang jadi bestie dan friend forever.”
Dan nggak terasa sekarang aku sudah berada di kelas 12. Waktu rasanya berjalan begitu cepat tahu-tahu aku sudah kelas 12 saja. Perjalanan selama ini benar-benar menguras tenaga dan pikiran, karena banyak sekali hal yang sudah aku lewati dan aku jalani di sekolah ini. Tapi semua itu jadi pengalaman yang seru dan berharga banget.”.
“Ini adalah momen saat acara 17 Agustusan di kelas 12. Tahun ini, kelas kami memilih tema pakaian hitam putih, seperti orang yang sedang melamar pekerjaan. Ada juga yang cosplay menjadi ‘rimba’, yaitu Husni, dan itu bikin suasana makin seru.
Acaranya benar-benar menyenangkan. Kami melakukan arak-arakan mengelilingi area sekolah, bahkan lewat rumah-rumah warga. Banyak warga yang menonton dan ikut menyemangati. Rasanya seru banget, dan momen seperti ini nggak akan terulang lagi setelah kami lulus nanti.
Kelas-kelas lain juga nggak kalah kreatif. Mereka menghias pakaian dan membuat berbagai kostum sekreatif mungkin. Semua tampak niat banget, dan keseluruhan acaranya benar-benar meriah.”
“Nah, ini adalah momen ketika kami mengerjakan tugas PPKn dari Ibu Teti. Kami diminta untuk melakukan simulasi sidang dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Di sini aku mendapat peran sebagai hakim 3. Kegiatan ini kami praktikkan satu kelas, dan benar-benar seru karena setiap orang mendapatkan perannya masing-masing. Jalannya simulasi juga mulus, meskipun tetap ada rasa deg-degan. Pokoknya ini pengalaman yang sangat seru.”
“Ini adalah momen saat kami sedang berolahraga. Kami sempat menyempatkan waktu untuk berfoto sebagai kenangan, supaya nanti bisa dilihat lagi. Waktu itu kami sedang bermain basket, kalau tidak salah. Setiap ada kesempatan, kami selalu menyempilkan momen untuk foto bersama. Seru banget pokoknya.”
“Nah, ini momen setelah kami menyelesaikan tugas Seni. Tugasnya adalah menyanyikan sebuah lagu yang sudah ditentukan oleh guru Seni kami, yaitu Bapak Rizki Nur Huda. Latihannya cukup lama karena kami harus kompak. Kegiatan ini dilakukan satu kelas, dan waktu itu kami membawakan lagu ‘Lamun Lain Teteh Awewena’. Seru banget karena semuanya ikut berpartisipasi.
“Nah, ini adalah momen yang benar-benar baru, karena kemarin kami baru saja presentasi. Kami mempresentasikan tugas Sejarah, di mana kami diminta membuat poster secara manual. Tugas ini dikerjakan secara berkelompok dan kami menghabiskan tiga hari kerja setiap pulang sekolah untuk menyelesaikannya bersama-sama. Kemarin kami akhirnya mempresentasikannya, dan jujur saja, rasanya seru banget meskipun cukup melelahkan karena harus kerja kelompok setiap hari sepulang sekolah.”
Semua momen yang sudah aku lewati selama kelas 11 sampai kelas 12 ini benar-benar jadi kenangan berharga yang nggak akan pernah aku lupakan. Dari mulai semakin akrab dengan teman-teman, kerja bakti bareng, study tour ke Jakarta, sampai berbagai tugas dan kegiatan sekolah—semuanya membentuk cerita yang bikin masa SMA terasa lengkap.Mulai dari merasakan serunya gotong royong, menjalani kegiatan Adiwiyata, melakukan simulasi sidang, latihan menyanyi sekelas, olahraga bareng, mengikuti acara 17 Agustusan, sampai kerja kelompok sepulang sekolah buat tugas Sejarah—semua itu bikin aku sadar betapa berharganya setiap detik yang aku habiskan di sekolah ini.Walaupun kadang capek, pusing, atau deg-degan, tapi semua itu terbayar dengan tawa, kebersamaan, dan pengalaman yang bikin kita makin dekat satu sama lain. Nggak kerasa perjalanan ini sudah sampai di kelas 12, tahun terakhir sebelum kita benar-benar melangkah keluar dari kenyamanan masa SMA.Aku bersyukur bisa menjalani semua ini bersama teman-teman, guru-guru yang membimbing, dan kelas yang selalu punya cerita unik di setiap momennya. Semoga kenangan ini tetap tersimpan, dan suatu saat nanti bisa kita lihat kembali
























Komentar
Posting Komentar