Langsung ke konten utama

“SMA dalam Barisan: Musik, Cerita, dan Persahabatan”

Waktu pertama kali masuk SMA, aku udah kepikiran mau ikut ekskul Marching Band. Jadi pas isi formulir pemilihan ekskul, tanpa mikir panjang aku langsung daftar ke AKSI cabang MB.

Pas kumpul pertama, ternyata MB lagi latihan intensif buat event 17 Agustus. Aku sebagai anak baru ditawarin buat ikut tampil juga, tapi alat yang tersedia cuma pianika dan blyra. Yaudah, aku iyain aja. Sejak itu aku mulai latihan tiap hari: abis pulang sekolah latihan, lalu dapat dispensasi jam istirahat kedua, lanjut lagi saat istirahat pertama, dan menjelang hari-H malah dispensasi dari pagi. Pokoknya selama kurang lebih sebulan penuh aku hidupnya ya di MB terus 😆



Naik kelas 11, aku diminta ikut seleksi mayoret sama kakak kelas di MB. Alhamdulillah aku keterima jadi salah satu mayoret untuk periode 2025–2026. Rasanya campur aduk banget: seneng tapi juga deg-degan karena tanggung jawabnya makin besar.

Event pertama aku sebagai mayoret adalah acara kelulusan kelas 12. Sepulang sekolah kami latihan terus buat acara itu.


Selain latihan sama anak MB lainnya, aku juga latihan tongkat sendiri karena di MB nggak ada pelatih khusus mayoret. Jadi kita banyak belajar otodidak dari kakak kelas atau pelatih pas event tertentu aja. Aku sering latihan sampe matahari tenggelam. Untungnya ada Annita yang baik banget selalu nemenin. Katanya sih karena nggak biasa pulang cepat, tapi tetep makasih banyaaak Annita! 🫶🏻

Acaranya berjalan lancar walau tampilnya sebentar. Tapi tetep bangga dong karena itu event pertamaku sebagai mayoret.



Setelah kelulusan, kami langsung siapin acara berikutnya yaitu Demo MPLS. Latihan dilakukan hampir setiap hari selama libur semester buat nyiapin penampilan terbaik.

Sebagai mayoret dan salah satu yang ngurus, aku dan Annita sering pusing karena banyak hal yang harus diurus. Dari mulai ngulik lagu dari nol, nyari pelatih buat display, ngurus seragam, alat, dan lain-lain. Dana juga terbatas banget jadi harus pinter ngatur semuanya. Capek sih, tapi alhamdulillah pas tampil... semuanya berjalan lancar! Banyak yang bilang penampilan MB seru dan meriah. Rasanya semua usaha terbayar!


Setelah tampil, yaa tentunya waktunya foto-foto dong buat stok story IG 🤣



Aku juga foto sama Agni yang baru masuk MB sebagai anggota Colorguard. Ditambah Fauzi yang nyempil ikut foto 🤭 Jadi kami bertiga foto sebagai perwakilan anak kelas E yang turun ke MB.


Dan nggak lupa foto bareng partner mayoret: Annita dan Messyta 💕

Terus lanjut lagi ke event 17 Agustus. Ini tahun ketigaku ikut event Hari Kemerdekaan bareng MB. Banyak banget drama dan kekurangan: waktu latihan cuma seminggu, seragam kurang, alat ada yang rusak, anggota banyak, pokoknya lumayan bikin kepala muter. Tapi ya namanya MB, tetap gas terus!



Pas hari-H, lagi nunggu giliran tampil, Azahra dateng buat support aku, Agni, dan Annita. Seneng banget rasanya ditemenin temen dekat saat lagi tegang-tegangnya ✨

Belum sempet istirahat, langsung lanjut ke event Semarak yang jaraknya cuma beberapa hari. Tapi ini nggak terlalu berat karena kami cuma jadi pengiring arak-arakan cosplay. Jadi walaupun nggak bisa ikutan semarak bareng kelas, ya sudahlah ya 😆 Untungnya aku pernah ikut pas kelas 10 karena waktu itu lagi sakit jadi nggak ikut MB. Jadi sekarang nggak sedih-sedih banget.



Setelah semua event selesai, akhirnya bisa bernapas lega dan kembali ke hari-hari normal. Tau-tau sekarang aku udah kelas 12 aja. Udah foto ijazah lagi 😭

Abis foto ijazah, aku, Azahra, Agni, dan Astri muter-muter sekolah sambil ngobrol dan foto-foto. Seru banget walau cuma keliling doang.



Pas lagi seru-serunya foto, Ruby telepon dan ngajak foto bareng sekelas sama Pa Nychken.



Jujur, kehidupanku di sekolah mungkin keliatan flat, kayak template yang keulang tiap tahun: sekolah – MB – main.


Tapi kalau dipikir-pikir, banyak momen kecil yang bikin semuanya berwarna.


Bersama anak kelas dan sahabat terdekat, aku sering makan bareng dikelas apalagi semenjak ada MBG, ngerjain tugas dadakan sambil ada yang misuh-misuh, ketawa dan bercanda tanpa alasan sampe kadang kena tegur, curhat masalah hidup ke sahabat dekat kuu, foto-foto random buat kenangan dan masih banyak lagi.



Aku banyak menghabiskan waktu bersama Azahra, Agni, Astri, dan Ruby. Mereka selalu ada di hari-hari biasa yang jadi luar biasa. Dan jangan lupa keluarga MB, yang selalu bareng berjuang di bawah panas matahari maupun hujan-hujanan.

Oh iya… ada juga seseorang yang jadi “semangat kecil” aku di sekolah. Tapi itu ga akan diceritakan disini hehe😁

Marching Band ngajarin aku banyak hal kayak kerja keras, kekompakan, tanggung jawab, dan percaya diri.

Dari stres bareng, capek-capekan, sampe momen paling menyenangkan, semuanya jadi bagian dari masa SMA yang nggak akan aku lupain.


Terima kasih SMAN 1 Cikalongwetan, terima kasih keluarga MB, dan terima kasih untuk semua teman baik yang selalu hadir dalam cerita SMA-ku ❤️

Perjalanan ini mungkin sederhana… tapi buatku, ini adalah kisah terbaik selama masa remajaku.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE IMPACT OF BOTTLE RECYCLING

  By Rizka, Sulis, Dela, Robi, Salman, Haikal Waste is the remaining product or item that is no longer used. There are 3 ways or methods to manage waste namely reducing, reusing and recycling plastic here will discuss about recycling the plastic bottle waste, recycling plastic bottle is very beneficial and has many positive impacts. Although some students actively participate in this practice, there are still many students who  cannot or refuse to recycle plastic bottles. The following is the impacts of recycling of bottle waste for our life From our interviews and research, several positive and negative impacts of recycling plastic bottle waste have been identified, such as air pollution, where certain methods of recycling plastic bottles can harm air quality. Recycling bottle waste can impact the quality of the product itself. Poor and inadequate management during production stages can result in low-quality products. Recycling plastic bottle waste also leads to an increase i...

Story at School

 Rika Dimas Fitria  XII.i B.Indonesia Story at School Kelas X  Pada suatu hari,,saya telah lulus MTs sampai orang tua meneruskan saya ke Sekolah SMAN 1 Cikalongwetan ini,lalu saya daftar ke SMAN 1 Cikalongwetan bersama kakak dari pagi sampai jelang malam,sampai menunggu pengumuman diterima atau tidaknya,sampailah Alhamdulillah saya diterima disekolah ini.Lalu salah satu teman sosmed menghubungi saya bahwa kita sekelas,dia bernama Shifa Sulastri.karena sekolah ini pada era covid kita sekolah dibagi sesi pertama dan kedua lalu saya sesi dua sampai bertemu pada pertemuan sekolah saya bertemu dengan Shifa langsung,tidak hanya Shifa bahwa saya juga sekelas dengan temen SD saya yaitu Siti Sopiah,sampai pada hari-hari berikutnya saya berkenalan dengan teman yang lainnya seperti N.Sani,Suci dan yang lainnya.Lalu wali kelas X kita adalah ibu Amila sholihah lalu saya mengerjakan tugas sebagian BDR dan diadakannya projek Pertama yang berjudul KTI (karya tulis Imiyah) dan disatukan k...

DUA TAHUN MENUNGGU JAWABAN

Hai, perkenalkan. Nama aku Fauzi, atau biasanya orang memanggilku Uzi. Aku adalah siswa kelas 12E SMAN 1 Cikalong Wetan. Hari ini aku ingin menuliskan perjalanan masa SMA-ku. Sebuah kisah yang dimulai tanpa keinginan, namun perlahan berubah menjadi cerita berharga yang tak ingin kulupakan. Sejujurnya, aku tidak pernah memilih SMAN sebagai tujuan. Itu permintaan orang tua dan aku terpaksa mennurutinya. Awalnya aku pikir semuanya akan terasa biasa saja, tapi nyatanya.. Layaknya murid baru, semester pertama terasa penuh adaptasi. Lingkungan baru, teman baru, suasana baru. Semuanya membuatku lumayan kesulitan berbaur. Dan dalam masa adaptasiku, sebuah kejadian membuatku semakin menyesal sekolah disini. Kasus kehilangan uang kelas. Aku dituduh sebagai pelakunya. Meski aku tahu aku tidak melakukannya, tapi siapa yang tidak sakit hati kalau dituduh mencuri? Namun waktu berjalan, dan kebenaran akhirnya terungkap. Tuduhan itu hilang, dan aku bisa bernapas lega. Akhir semester satu, tanpa rencan...