Langsung ke konten utama

Tiga tahun yang terlalu cepat

 Hallo, Aku Tiara Amelia

Hari pertama masuk SMA, matahari terasa lebih cerah dari biasanya. Aku berdiri di depan gerbang sekolah dengan seragam baru yang masih kaku, sepatu putih, dan rasa gugup yang sulit dijelaskan. “Selamat datang di SMAN 1 CIKALONGWETAN “ tulis spanduk besar di atas gerbang. Rasanya seperti memasuki dunia baru yang penuh misteri.

Di kelas X, aku tak mengenal siapa pun. Semua wajah baru, semua suara asing. Namun dari kejauhan, aku melihat wajah teman temanku yang baik saya duduk sebangku dengan nisa 

Hari demi hari berlalu dengan cepat. Guru-guru yang dulu terasa menakutkan kini menjadi sosok yang justru kami rindukan. Masa mpls, masa orientasi, upacara pertama, dan tugas-tugas yang menumpuk menjadi bagian dari rutinitas. Di antara semua itu, aku menemukan hal-hal kecil yang membuat hari-hariku hangat berdiskusi bersama membuatku tertawa sampai lupa waktu saat jam istirahat.

Tanpa sadar, kami sudah di kelas XI. Lapangan kembali ramai, kelas kembali berisik, dan canda tawa memenuhi ruang kelas. 

Tahun terakhir datang terlalu cepat. Rasanya baru kemarin aku berdiri di depan gerbang dengan seragam baru, tapi sekarang aku sudah duduk memikirkan ujian akhir dan rencana masa depan. Di kelas XII, setiap hari terasa berharga. Foto-foto di kelas, tugas kelompok terakhir, semua menjadi potongan kenangan yang tak ingin aku lepaskan.

Benar. Tiga tahun ini berjalan terlalu cepat. Waktu seolah berlari, meninggalkan jejak-jejak kecil yang kini hanya bisa kusimpan dalam ingatan.

Nantinya, ketika kami melangkah keluar gerbang untuk terakhir kali, mungkin aku akan menengok ke belakang dan tersenyum. Karena di tempat itulah, aku belajar tumbuh, belajar tertawa, belajar kecewa, dan belajar menjadi diriku sendiri.

Dan meskipun perjalanan akan terus berlanjut, SMA tetap menjadi salah satu bab terindah dalam hidupku—bab yang dimulai dengan gugup, berjalan dengan tawa, dan diakhiri dengan kenangan yang tak akan pernah hilang.

“semoga kita semua sukses bersama sama dan tidak saling melupakan “







Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE IMPACT OF BOTTLE RECYCLING

  By Rizka, Sulis, Dela, Robi, Salman, Haikal Waste is the remaining product or item that is no longer used. There are 3 ways or methods to manage waste namely reducing, reusing and recycling plastic here will discuss about recycling the plastic bottle waste, recycling plastic bottle is very beneficial and has many positive impacts. Although some students actively participate in this practice, there are still many students who  cannot or refuse to recycle plastic bottles. The following is the impacts of recycling of bottle waste for our life From our interviews and research, several positive and negative impacts of recycling plastic bottle waste have been identified, such as air pollution, where certain methods of recycling plastic bottles can harm air quality. Recycling bottle waste can impact the quality of the product itself. Poor and inadequate management during production stages can result in low-quality products. Recycling plastic bottle waste also leads to an increase i...

DUA TAHUN MENUNGGU JAWABAN

Hai, perkenalkan. Nama aku Fauzi, atau biasanya orang memanggilku Uzi. Aku adalah siswa kelas 12E SMAN 1 Cikalong Wetan. Hari ini aku ingin menuliskan perjalanan masa SMA-ku. Sebuah kisah yang dimulai tanpa keinginan, namun perlahan berubah menjadi cerita berharga yang tak ingin kulupakan. Sejujurnya, aku tidak pernah memilih SMAN sebagai tujuan. Itu permintaan orang tua dan aku terpaksa mennurutinya. Awalnya aku pikir semuanya akan terasa biasa saja, tapi nyatanya.. Layaknya murid baru, semester pertama terasa penuh adaptasi. Lingkungan baru, teman baru, suasana baru. Semuanya membuatku lumayan kesulitan berbaur. Dan dalam masa adaptasiku, sebuah kejadian membuatku semakin menyesal sekolah disini. Kasus kehilangan uang kelas. Aku dituduh sebagai pelakunya. Meski aku tahu aku tidak melakukannya, tapi siapa yang tidak sakit hati kalau dituduh mencuri? Namun waktu berjalan, dan kebenaran akhirnya terungkap. Tuduhan itu hilang, dan aku bisa bernapas lega. Akhir semester satu, tanpa rencan...