Langsung ke konten utama

STOP BULLYING

Nama  : Rika Dimas Fitria

Kelas  : XII.I

Tugas B.indonesia (STOP BULLYING)


Dalam kegelapan hati

perundungan merajalela

Kasih sayang terhempas

terluka oleh cela

Di lorong sepi batin

bayangan yang mengintai

Pembully menebar rasa takut

hujan cela menyertai.

Candaan sesuatu yang menyakitkan

Kadang membuat diri kembali merenung

Seperti tidak ada jalan

Yang ada hanya sebuah trauma yang panjang

merasakan sebuah penindasan

Tetapi tidak bisa melawan

Sehingga seseorang menyuruh lawan

Hanya menangis yang dilakukan

Namun di balik senyap menyakar

Ada kekuatan terpendam,

Bunga keberanian mekar

menantang badai yang berdendam.


“Keberanian sejati adalah melindungi yang lemah, bukan merendahkan mereka.

Perundungan hanya menunjukkan kelemahan batin, bukan kekuatan sejati.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE IMPACT OF BOTTLE RECYCLING

  By Rizka, Sulis, Dela, Robi, Salman, Haikal Waste is the remaining product or item that is no longer used. There are 3 ways or methods to manage waste namely reducing, reusing and recycling plastic here will discuss about recycling the plastic bottle waste, recycling plastic bottle is very beneficial and has many positive impacts. Although some students actively participate in this practice, there are still many students who  cannot or refuse to recycle plastic bottles. The following is the impacts of recycling of bottle waste for our life From our interviews and research, several positive and negative impacts of recycling plastic bottle waste have been identified, such as air pollution, where certain methods of recycling plastic bottles can harm air quality. Recycling bottle waste can impact the quality of the product itself. Poor and inadequate management during production stages can result in low-quality products. Recycling plastic bottle waste also leads to an increase i...

DUA TAHUN MENUNGGU JAWABAN

Hai, perkenalkan. Nama aku Fauzi, atau biasanya orang memanggilku Uzi. Aku adalah siswa kelas 12E SMAN 1 Cikalong Wetan. Hari ini aku ingin menuliskan perjalanan masa SMA-ku. Sebuah kisah yang dimulai tanpa keinginan, namun perlahan berubah menjadi cerita berharga yang tak ingin kulupakan. Sejujurnya, aku tidak pernah memilih SMAN sebagai tujuan. Itu permintaan orang tua dan aku terpaksa mennurutinya. Awalnya aku pikir semuanya akan terasa biasa saja, tapi nyatanya.. Layaknya murid baru, semester pertama terasa penuh adaptasi. Lingkungan baru, teman baru, suasana baru. Semuanya membuatku lumayan kesulitan berbaur. Dan dalam masa adaptasiku, sebuah kejadian membuatku semakin menyesal sekolah disini. Kasus kehilangan uang kelas. Aku dituduh sebagai pelakunya. Meski aku tahu aku tidak melakukannya, tapi siapa yang tidak sakit hati kalau dituduh mencuri? Namun waktu berjalan, dan kebenaran akhirnya terungkap. Tuduhan itu hilang, dan aku bisa bernapas lega. Akhir semester satu, tanpa rencan...